“Laporan Singkat Delegasi The Islamic College Jakarta tentang Anual Conference on Islamic Studies ke 11 di Pangkal Pinang Propinsi Bangka-Belitung. “

Laporan Singkat Delegasi The Islamic College Jakarta tentang Anual Conference on Islamic Studies ke 11 di Pangkal Pinang Propinsi Bangka-Belitung. “

Oleh : Ahmad Y Samantho

Setelah mengikuti Anual Conference on Islamic Studies ke 11 di Pangkal Pinang Propinsi Bangka-Belitung, 10-13 Oktober 2011, terasa semakin mendesak perlunya perumusan dan  rekonstruksi Paradigma Keilmuan Islami (Epistemologi Islam) yang Holistik dan Integratif (Tauhidi).

Mengapa demikian? Karena sampai saat ini proses evolusi-reformasi kurikulum pendidikan dan kelembangaan Pendidikan Tinggi Islam dari STAIN ke IAIN, lalu UIN (Universitas Islam Negeri), masih terkesan tanpa kehadiran konsep paradigmatis yang utuh, sehingga terjadilah tarik-menarik dilematis dan kontra produktif antara hegemoni paradigma keilmuan Barat (Saintisme-Modernisme) dan Tradisi Keilmuan Islam Timur Tengah Klasik. Persaingan di antara keduanya membuat semakin sulit untuk mengupayakan hamonisasi, integrasi dan sinkronisasi dalam menyusun puzzle mozaik (pemikiran dan keilmuan) Islam dalam ruang Publik untuk membangun Karakter Bangsa.

Untuk itu  ke depan, para Dosen dan pemikir di The Islamic College Jakarta           (PMIAI Universitas Paramadina-ICAS) seharusnya  dapat mengambil peran signifikan dalam memberi solusi atas problem tersebut. Dalam hal ini menjadi jembatan dialogis-konstruktif  antara paradigma Keilmuan Barat (Saintisme-Modernisme) dan Tradisionalisme Timur Tengah Klasik.

 

The Islamic College  harus mengambil peran strategis tersebut, karena The Islamic College Jakarta mempunyai Visi dan Missi serta Tujuan serta orientasi keilmuan yang komprehensive, yang fokus pada Filsafat Islam dan Tasawuf, sehingga mampu mengakomodir kemajuan rasionalisme dan metodologi keilmuan modern Barat sambil tetap setia kepada khazanah tradisi pemikiran dan keilmuan Islam secara progresif dalam kerangka pandangan dunia Tahuidi. Di sisi lain Paradigma Keilmuan Islam yang diusung The Islamic College (ICAS), mampu mengkritisi kelemahan dan kekurangan yang ada pada paradigma sains modern sambil memperkuat tradisi ilmiah Islam dengan keunggulan Filsafat Islam dan pendekatan sufistik (Irfani).

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s