Agen Pejajahan Ekonomi Imperialisme

Agen Penjajahan Ekonomi Neo-imperialisme,

Amien: “Jangan Jatuhkan dan Jangan Pilih Lagi SBY”


Republika, 17 mei 2008

YOGYAKARTA–Jangan jatuhkan SBY-JK sebelum habis masa kekuasaannya. Tapi, mantan ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, meminta rakyat Indonesia jangan melirik lagi keduanya dan harus memilih calon presiden alternatif pada Pilpres 2009.

”Tahun 2009 mendatang, Anda semua harus berani memilih calon presiden (capres) alternatif yang lebih berani dan tak berjiwa inlander (terjajah),” kata Amien saat menjadi pembicara utama Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Indonesia yang dihadiri ratusan orang di Gedung Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Jumat (16/5).

Capres alternatif disebutnya bisa berasal dari berbagai kalangan, baik parpol, kampus, LSM, wartawan, hingga pondok pesantren. Namun, Amien menolak beberapa nama yang patut dicalonkan sebagai capres alternatif 2009.

”Saya jangan sebut namalah, nanti ndak jadi ramai lagi. Tapi, embrionya bisa berasal dari berbagai kalangan,” kata Amien. Mantan ketua MPR itu menegaskan figur capres alternatif minimal harus tidak berjiwa inlander. Dia juga harus berani melakukan negosiasi ulang terhadap kontrak karya dengan perusahaan multinasional di Indonesia. Amien juga menyayangkan proses penjualan sekitar 44 BUMN milik Indonesia tahun ini, seperti Krakatau Steel, Garuda Indonesia, BNI 46, dan Bang Tabungan Negara (BTN). Akibatnya, sektor ekonomi Indonesia saat ini dikuasai oleh legiun asing.

Bahkan, Amien Rais mensinyalir bangsa Indonesia sudah terbelenggu oleh neoeconomic imperialism (penjajahan ekonomi model baru). Sebab, saat ini, separuh lebih perbankan Indonesia telah dikuasai oleh asing. Itulah salah satu tanda bahwa ekonomi Indonesia dikuasai asing. ”Sesungguhnya, kita saat ini hidup dalam neoeconomic imprealism. Bahkan, kita sudah dikuliti oleh mereka. Saat ini, 56 persen perbankan kita sudah dikusai asing,” tandas Amien.

Jalan tol bagi asing
Ia mengungkapkan bangsa asing bisa dengan leluasa menguasai perekonomian Indonesia seiring dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah (PP) No 77/2007. Dalam PP tersebut, dijelaskan bahwa perbankan bisa dikuasai sampai 99 persen oleh pihak asing. ”PP itulah yang menjadi jalan bebas bagi bangsa asing menguasai perbankan kita,” terang Amien.

Selain perbankan, lahan pertanian di atas 25 hektare bisa dikuasai sekitar 95 persen juga oleh bangsa asing. Sedangkan, di bidang pendidikan, asing bisa menguasai sekitar 49 persen dari pendidikan dasar, menengah, dan perguruan tinggi di Indonesia.

”Pak Susilo itu (SBY–Red) telah merintis jalan tol bagi ekonomi asing untuk menjajah bangsa ini sehingga bangsa kita tidak punya apa-apa lagi. Bahkan, tercerabut dari kedaulatan ekonominya sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Sekolah Pascasarjana UGM, Prof Dr Irwan Abdullah, mengakui kondisi ekonomi saat ini sangat memprihatinkan. Lebih dari separuh penduduk Indonesia sudah masuk dalam kategori miskin meski laporan Biro Pusat Statistik (BPS) menyebutkan penduduk miskin hanya 62 juta jiwa dengan jumlah rumah tangga miskin (RTM) sekitar 15,5 juta.

”Sebenarnya, kategori RTM yang ditetapkan oleh BPS belum sepenuhnya memenuhi kriteria keluarga miskin. Jika mengambil kategori miskin dari Bank Dunia, sebenarnya masuk kategori miskin bagi mereka yang memiliki penghasilan kurang dari dua dolar sehari. Maka dari itu, lebih dari separuh penduduk kita itu miskin,” tandas Irwan.

(yli )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s